WEBSITE RESMI

SMP NEGERI 16 KOTA SURAKARTA

MPLS SMPN 16 Surakarta Bekali 212 Siswa Baru dengan Pendidikan Karakter dan Pencegahan Kekerasan

Surakarta – Sebanyak 212 peserta didik baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 16 Kota Surakarta, Kecamatan Jebres, pada 13–17 Juli 2026, dengan materi yang menitikberatkan pada penguatan karakter, pengenalan budaya sekolah, serta pencegahan kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan.

Kepala SMP Negeri 16 Kota Surakarta Dra. Sri Mulyani Dwi Hastuti, M.Pd. mengatakan MPLS merupakan tahapan awal bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter sebagai bekal selama menempuh pendidikan.

“MPLS menjadi momentum untuk membangun karakter peserta didik sejak hari pertama mereka berada di sekolah. Kami ingin seluruh siswa mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar yang aman, disiplin, saling menghormati, dan memiliki semangat untuk berprestasi,” kata Sri Mulyani.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti pengenalan lingkungan sekolah, tata tertib, budaya sekolah, kegiatan akademik dan nonakademik, serta permainan edukatif yang dirancang untuk membangun kerja sama, kepemimpinan, dan komunikasi antarsiswa.

Panitia MPLS juga menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan perlindungan anak.

Perwakilan narasumber DP3AP2KB Kota Surakarta, Oryzasativa Yudhanti Utami, menyampaikan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan.

“Pencegahan perundungan harus menjadi tanggung jawab bersama. Peserta didik perlu memahami pentingnya menghormati sesama, berani menolak segala bentuk kekerasan, dan tidak ragu melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan,” ujar Oryzasativa.

Ketua Panitia MPLS Shodiq Purnomo, S.Pd. mengatakan seluruh kegiatan disusun sesuai ketentuan pelaksanaan MPLS yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dengan mengedepankan prinsip edukatif, ramah anak, dan bebas kekerasan.

“Kami mengemas kegiatan secara interaktif agar peserta didik baru lebih mudah mengenal lingkungan sekolah, guru, dan teman-temannya. Harapannya, mereka dapat mengikuti proses pembelajaran dengan rasa percaya diri dan memiliki karakter yang positif,” kata Shodiq.

Berdasarkan pantauan selama kegiatan, para peserta mengikuti seluruh rangkaian MPLS dengan antusias. Kegiatan berlangsung tertib melalui penyampaian materi, diskusi, permainan edukatif, dan aktivitas kelompok yang melibatkan guru serta panitia.

Melalui kegiatan tersebut, sekolah berupaya membangun budaya belajar yang aman, inklusif, dan kondusif bagi seluruh peserta didik sejak awal tahun ajaran 2026/2027.

Editor: TIM web elaska

Foto/Video: Dokumentasi MPLS SMP Negeri 16 Kota Surakarta.